Tentang Tea Bag

Tentang Tea Bag

Siapa disini yang suka minum teh? Teh sudah menjadi teman kita sehari-sehari, baik dengan tujuan ingin menikmati rasanya, menyegarkan tubuh, menyembuhkan sakit atau bahkan hanya ingin relaks saja. Teh yang biasa dijual diluaran sudah dikemas di dalam tea bag (kantung teh) satu persatu.

Jaman dulu, kantung teh terbuat dari kain sutra atau kertas, tapi di era sekarang kantung teh banyak yang dibungkus dari campuran plastik dan kertas. Sekilas mengenai sejarah kantung teh, pengemasan teh dalam kertas dimulai di Cina abad ke-8 abad pertengahan, selama dinasti Tang, ketika kertas dilipat dan dijahit ke dalam kantong persegi untuk menjaga aroma dan aroma teh. Kemudian kantung kertas dari kertas dijahit dari semua sisi untuk membuat selubung pelindung untuk daun teh. Kantung teh modern pertama di Dunia Barat adalah tas kain yang dijahit tangan. Kantong teh berhasil dipasarkan sekitar tahun 1908 oleh importir teh dan kopi Thomas Sullivan dari New York, yang mengirimkan kantong teh sutranya ke seluruh dunia. Sebetulnya diletakkan di kantung teh dimaksudkan untuk dikeluarkan dari kantong oleh pelanggan, tetapi pelanggan merasa lebih mudah untuk menyeduh teh dengan teh yang masih tertutup dalam kantong berpori. Kantong teh persegi panjang yang sekarang sering dilihat tidak ditemukan sampai tahun 1944. Sebelumnya, kantong teh menyerupai karung kecil. (sumber: wikipedia).

Di tahun 2017, Mike Armitage, seorang tukang kebun di Wrexham, Inggris, menemukan bahwa kantong teh meninggalkan residu plastik setelah dia masukkan ke kompos.
Beberapa kantung teh memiliki termoplastik tahan panas seperti PVC atau polypropylene sebagai serat komponen pada permukaan kantong teh bagian dalam, dan kantong lainnya terbuat dari nilon. Kantong teh kertas biasanya disegel menggunakan polypropylene. Itu semua adalah bahan plastik. Selain itu yang kurang baik lagi adalah kantung dan tali terkadang di-bleach (atau diberi pemutih). Bayangkan teh ini masuk ke air panas dan ke tubuh kita. Dan kita tahu bahwa plastik lebih mungkin untuk melelehkan dan melepaskan bahan kimia ketika dipanaskan. Selain itu, dilihat dari segi lingkungan maka akan menambah masalah plastik karena kandungan plastik itu tidak bisa dikompos dan menjadi residu.

Note: Ini tidak berlaku untuk semua merek. Tapi, jika kalian khawatir tentang plastik di kantong teh kalian, ada baiknya melakukan investigasi atau mempertimbangkan untuk melakukan perubahan.

Perubahan apa yang bisa dilakukan?

Beralih ke teh daun

Selain lebih sehat tapi juga teh daun ini bisa dengan mudah terkomposkan. Daun teh yang asli tanpa kantung juga bisa mengeluarkan rasa dan aroma dengan lebih alami..

Sumber:
https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/acs.est.9b02540
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3222987/
https://www.becausehealth.org/plastic-in-my-tea-bag-2618934044.html
Photo by Drew Taylor on Unsplash
Photo by Ines Iachelini on Unsplash

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *