Manfaat Zero Waste selain kepada lingkungan

Manfaat Zero Waste selain kepada lingkungan

Saat kita berbicara mengenai Zero Waste, seringnya hal yang terbayang adalah sisi negatif karena banyaknya berita bertebaran yang meng-highlight mengenai apa yang terjadi di dunia. Dari penyu yang hidungnya tersumbat sedotan, diver yang berenang dengan lautan sampah di Nusa Penida, paus yang meninggal dengan banyak sekali sampah plastik di dalam perutnya dan juga masih banyak lagi. Sekarang waktunya kita untuk melihat dari perspektif lain, perspektif baik dan manfaat dari gaya hidup Zero Waste. Dan tahukah kamu, bahwa Zero Waste tidak hanya baik kepada lingkungan. Banyak aspek-aspek kehidupan lain yang bisa mendapatkan manfaatnya.

Kalau kamu sudah mulai berubah ke gaya hidup ini, artikel ini juga bisa digunakan untuk menunjukan kepada teman-teman kamu atau keluarga bahwa Zero Waste memiliki banyak manfaat lain dalam kehidupan kita. Bahkan, manfaat-manfaat ini bisa menjadi STRONG WHY sebagai pegangan dan motivasi untuk selalu maju setiap harinya.

Lingkungan

Salah satu tujuan utama dari praktik nol sampah adalah agar kita dapat menghindarkan plastik dari lautan dan TPA. Mengapa? Karena bahayanya pada lingkungan dari gas-gas metana yang dihasilkan (hasil dari sampah yang tidak dipilah dengan baik) dan perubahan iklim. Dengan berminim sampah, maka polusi pun akan semakin berkurang dan kita bisa bernafas dengan lebih baik dan sehat. Pun, pastinya sampah yang harus kita urus setiap harinya pun akan berkurang. Jadi kita tidak perlu terlalu pusing berurusan dengan sampah di rumah.

Lingkungan sekitar adalah tempat kita hidup dan juga tempat tinggal banyak habitat lain serta generasi penerus kita mendatang. Tidakkah kita ingin meninggalkan bumi ini dengan indah ke anak-anak kita? Sekarang ini, banyak spesies yang punah karena kebiasaan konsumsi kita. Awal tahun 2019, Scientific American mendokumentasikan bahwa melodi Bramble Cay — spesies hewan pengerat pulau kecil yang beberapa orang pernah lihat atau dengar — baru-baru ini punah karena kenaikan permukaan laut dan perubahan iklim. Itu baru hanya contoh kecil (Sumber: Leadersinergy.com).

Dengan membuat kompos atau biopori maka tanah juga akan semakin gembur. Pun dengan pilihan yang kita gunakan sehari-hari yang berpotensi terbuang ke saluran air tanah dan laut. Dengan pilihan yang lebih alami dan minim sampah, makan kita tidak akan memberi polusi kepada bumi kita.

Kesehatan

Saat kita mencoba untuk hidup minim sampah, maka pilihan makanan adalah sebisa mungkin yang tidak berkemasan. Sebagian makanan berkemasan yang kita biasa temukan di supermarket adalah makanan instand atau yang mengandung pengawet dan bahan-bahan kimia. Pilihan masak pun akan jatuh ke makanan yang tidak berkemasan dimana biasanya pasti fresh/ segar seperti sayuran, buah, daging segar dan lain-lain. Selain itu jadi lebih banyak minum air putih karena menjauhi minuman-minuman berkemasan.

Untuk kesehatan reproduksi dan popok pun begitu, dengan kain dan bahan yang berkelanjutan, kulit tidak menjadi sensitif dan terkontaminasi ‘racun’ yang terkandung dalam bahan-bahan penyerap sintetis di dalamnya. Sabun, shampoo, pembersih rumah pun seperti itu, perlengkapan yang zero waste adalah perlengkapan yang tanpa kemasan dan alami.

Kemampuan planning

Dengan hidup lebih berkesadaran dalam mengkonsumsi, kita jadi lebih prepare dalam menghadapi hari. Tanpa kita sadari sebelum kita pergi keluar rumah, kita sudah menyiapkan hal-hal yang di hari itu akan terjadi, seperti berbelanja, membeli makanan take away (dengan membawa tempat sendiri), dan lain-lain.

Finansial

Dengan gaya hidup zero waste, hidup jadi lebih berkesadaran dan bijak dalam membuat keputusan konsumsi, maka hal ini pastinya akan berpengaruh terhadap kondisi finansial kamu. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang harus dipertimbangkan sebelum kita mengkonsumsi sesuatu. Impulsive buying dan tergoda dengan diskon akan lebih mudah dihindari.

Berbelanja di tempat yang curah atau di pasar harganya bisa lebih murah daripada di supermarket-supermarket besar. Pengeluaran untuk makanan-makanan berkemasan seperti snack-snack atau minuman-minuman yang mudah sekali ditemukan di pasaran akan sangat terkontrol dan berkurang drastis. Kita jadi dapat memprioritaskan kebutuhan dan memilih makanan mana yang tidak berkemasan. Selain itu, kalau kita membawa satu kotak makanan kosong dari rumah dan sudah terisi, maka keinginan untuk jajan-jajan pun akan berkurang.

Contoh lain adalah dengan menggunakan menstrual cup (baca disini, lihat disini), pembalut kain (lihat disini), cotton pad sebagai pengganti kapas (lihat disini), popok kain (lihat disini), dan lain-lain yang mungkin terlihat mahal di depan, namun dalam jangka panjang, akan sangat berhemat. Seringnya cara berpikir kita adalah yang ada di depan mata dan jangka pendek, sudah waktunya kita kritis dan menghitung-hitung.

Dengan begitu, cara berpikir kita secara otomatis menjadi hanya beli yang dibutuhkan bukan yang kita inginkan. Kantong pun jadi lebih ramah.

Rumah jadi bersih dan tidak cluttered

Yup, karena kita tidak membeli sesuatu secara impulsif dan berusaha selalu memperpanjang umur dari barang yang kita miliki.

Komunikasi

Nol sampah sebenarnya bukanlah istilah yang mudah untuk didefinisikan. Kadang orang bertanya dan kadang kita merasa ingin menjelaskan saat kita meminta tolong penjual untuk tidak memberi plastik pada belanjaan kita. Keduanya, kita harus jelaskan dengan bahasa yang mudah, padat dan juga singkat. It’s not an easy job! Tapi bukan tidak mungkin.. Kita jadi belajar untuk menceritakan sesuatu tanpa terdengar mengajari atau berkhotbah.

Contoh jawaban: Saya mencoba menghindari plastik karena alasan kesehatan dan itu juga sangat buruk untuk lingkungan. Sudah terlalu banyak plastik di dunia ini, sebentar lagi kita tenggelam di dalamnya.

Kepercayaan diri

Ini adalah salah satu manfaat yang saya juga baru sadari belakangan ini. Dengan hidup minim sampah, saya mencapai level baru untuk kepercaya dirian dalam bertanya. Perlu keberanian untuk meminta ijin, bertanya, menjelaskan ke seseorang mengenai hal yang belum normal selama ini. Contohnya: bertanya apakah boleh menggunakan tempat sendiri saat membeli kopi/minuman bahkan makanan, bolehkah ditimbang dengan menggunakan gelas toples dan lain-lain.

Akan ada pertanyaan di dalam benak kita: Di judge nggak ya? Containerku bersih nggak ya? Yah kenapa sih nggak boleh? Duh orang di belakang nungguin, diliatin nggak ya? dan lain lain

Sounds familiar? hehe

Kadang secara otomatis kita merasa bahwa orang memberi judgement kepada kita.

Tapi, our act and voice matters loh! Tanpa kita tahu orang sekeliling kita bisa terinspirasi dan mencontoh di kesempatan lain. Karena butuh keberanian untuk membuat perubahan dan menormalkan sesuatu. #normalinyuk

Penampilan

Kamu bakal terlihat lebih keren dan membumi juga banyak opportunity untuk !menyuarakan yang kamu percaya terhadapa orang-orang lain!

Menjalankan perintah agama

Di beberapa agama, ada perintah untuk menjaga lingkungan dan tempat kehidupan. Dengan menjalankan ini, maka kita akan sejalan dengan kepercayaan kita dan hidup jadi lebih tenang menjalankannya.

Adakah manfaat lain yang belum disebut disini yang kamu rasakan? Tulis di kolom komentar yaaa 🙂

Photo by Becca Tapert on Unsplash

Please follow and like us:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *